Hp ku berdering tatkala mega masih berteriak bahwa “aku masih subuh!!!”. Siapa yang meng-sms ku sepagi ini?? Dengan mata yang masih setengah terbuka karena terhalang oleh belek yang menggumpal disudut mata, kupaksakan untuk melihat. Seketika mataku terbuka lebar, dan susah payah membaca seluruh kata-kata yang ada di layar kotak kecil itu. Senyum pun mengembang dari bibirku, puisi itu..puisi pagi yang selama ini tak pernah lagi menemani “happy morning-ku”. Isi smsnya seperti ini :

“Kerinduan datang ketika kita ingat.

Kemesraan hadir ketika kita sayang.

Kebencian ada ketika kita sendiri.

Ketakutan nampak ketika kita gelisah.

Buat cintaku Mustafa,

tersenyum yaa…”

Sayang..

Makasih ya, dah mau memberikan rona pagi yang buat Neng merona merekah. Jujur Neng tidak ingin lagi menjalani aktivitas kita yang seperti ini, namun keadaan memaksakan memang kita harus seperti ini dulu. Entah sampai kapan??