“Kurasa ku tlah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya
Ohh Tuhan tolonglah diriku
Tuk membuat dia menjadi milikku, sayangku, kasihku, ohh cintaku
He’s all that all need
Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
Ohh diriku tersipu malu
Melihat sikapmu yang lucu
Dan bila kita bersama
Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Ohh terima cintaku…” (Ran-Pandangan Pertama)
GOD…
finally untuk pertama kali kami melihat langsung. saling bertatapan, saling menyentuh.yupz..dia orang yang selama hampir 5 bulan kunanti kedatangannya di kota makassar.
tak ada kata yang terlontar pertama kali, hanya senyum dan cium tangan yang ikhlas kutawarkan padanya. serta merta ia memberondongku dengan berbagai pertanyaan, namun tak mampu ku jawab. kaku dan rasa tidak percaya mungkin yang menyeruak di kepalaku, bahwa ia hadir dihadapanku, hanya beberapa sentimeter didekatnya.
dia atas roda empat bertuliskan TAXI BANDARA, ia terus menggodaku agar aku mau mengucap sepatah kata. TUHAN..benarkah dia yang didekatku, atau hanya khayalanku belaka??entahlah…
sesampai dirumah masih kebekuan yang kusajikan. sampai akhirnya aku berani membuka mulut dan menatap matanya lekat-lekat. hmmm..tampan…
“Allahuakbar..Allahuakbar……”adzan menyadarkan lamunanku dan imajinasiku tentang dia untuk saat ini. waktunya shalat sayang. ya..shalat berjama’ah ku yang pertama dengannya. segera ku salami dan kucium tangannya, sesaat setelah shalat maghribku.
kata-kata mulai lancar, kami saling bercerita tentang perasaan kami setelah bertemu. lama bercerita. ternyata aku lupa memberinya makan. maaf sayang..aku terlalu larut dengan kesenangan ini.
makan yukk…
selama 3 hari kami melewati wakt u bersama, namun berpisah ketika ingin menenangkan otak a.k.a bobo ceuu..
ku ajak dia ke pantai losari untuk menikmati manisnya pantai ditengah kota. makan bubur ayam dan diganggu oleh beberapa pengamen. namun, itu tak seberapa..ketika malam tiba ia mengeluarkan kotak putih-bening dari sakunya. mataku terkesiap dan menitikkan air mataku. Ya Allah apa ini tidak terlalu cepat??ia mengenakan cincin di jari manisku, begitupun olehku. oleh-oleh manis dari Jakarta pikirku.
esok hari, ia rela menemaniku mengurus segala kelengkapan ujianku, maaf sayang..aku meninggalkanmu sejenak. namun, ternyata ia pergi melancong. mengelilingi kampusku. malam hari, kami memutuskan untuk silaturahmi ke orang tuaku. deg..deg..deg..apakah orang tuaku akan welcome seperti orang tuanya yang welcome kepadaku??alhamdulillah..ternyata ketakutanku selama ini tidak terjadi. orang tuaku mau menerimanya dan mereka ngobrol layaknya pernah bertemu sebelumnya. tak ada kecanggungan. langkah awal yang bagus menurutku..
pfffhhh…
hari terakhir bersamanya pun tiba. kenapa harus cepat berakhir siyy??aku masih ingin bersamamu sayang..saling mengenal, saling memahami, saling canda, saling tertawa, saling menyayangi, dan saling-saling yang lain. tak ingin kulewatkan hari terakhir ini, tak peduli siang menyengat, dan debu-debu yang bergantian menyapu wajahku. ke pantai menikmati sunset sore, beli ole2 untuk keluarga dan temannya. hingga malam tak terasa, di temani motor besar sebesar orangnya (ridho,red).uppzz…sowry.aku menyayangimu ridho, thank u..rencana telah kususun, aku tak ingin tidur malam ini. aku ingin menemanimu sayanggg…tapi apa daya, mataku lebih berat dibanding badanku malam ini. kantuk menyerang, and im sleep very soundly.
ia membangunkanku subuh-subuh untuk mandi, sholat, dsb..
dan kecupan dikeningku mengakhiri subuhku.am i dream???not yet hunny…move..move..pesawat dah mau datang mengantar pangeranku kembali ke sarangnya..
bye..
wait me there..
with luv’