CINTA SANG MUSTAFA

 

 

 

Kumulai dari jari telunjuk

Saat kutatap cahaya putih dibalik kaca

Kusentuh perelahan…….

Kuawali dengan kata

…Kayfa khaluq…

Tersentuh rasa hati ingin menyapa

Mustafa…mustafa…mustafa

Tak sadar kumulai larut dalam angan

Kudiam bukan karena kubisu

Kududuk bukan karena kulumpuh

Kumenunduk bukan karena aku malu

Kuhanya bingung…

Apa yang sedang kurasakan ini

Mustafa…mustafa…mustafa

Hatiku mekar tebar aroma rindu

Setiap nama itu meresap kedalam angan

Tetap aku bingung…

Rasa hati yang hadir tanpa wujud

Teringat karena kerudung hitam yang menatap tajam

Menyisit hati yang terdiam

Hamparkan cinta dalam nama

Mustafa…mustafa…mustafa

Hatiku luluh kala namamu terngiang

Sulit kutahan tanpa rasa

Ingin kugenggam dengan ingatan

Hanya untuk mengatakan

CINTA MUSTAFA

 

 

 

 

CINTA SANG MUSTAFA

 

 

Sayap-sayap hati bernafas rindu

Menuai sayang diujung cinta

Berlabuh ditempat sempit…

Hati sang mustafa

Berebut…

Berburu…

 Sutra yang bercahaya tanpa warna

Terasa indah kubersemayam disana

Ingin ku sandarkan pundakku yang lelah

Beralaskan kain-kain kerudung yang panjang

Sungguh sulit kulukiskan…

Dalamnya rasa yang kumiliki didalam sukma

Meresap hingga sumsum tulangku

Entah…

Entahlah…

Kenapa begitu cepat…

Begitu mudah…

Simpatiku yang tersusun untuk mustafa

Yang sekian lama kutanam…

Antara semak-semak yang lebat

Hitam kelam

Sunyi sepi dengan kata-kata indah

Sukar dipandang dengan bola mata

Hanya rasa jendela…

Untuk memiliki wanginya

Cinta sang mustafa

 

 

 

 

CINTA SANG MUSTAFA

 

 

Tertidur dalam ayunan cinta

Begitu indah ku bernaung didalamnya

Banyak mimpi yang mengnyapa

Wahai mustafa…..

Begitu luas singgasanamu

Wanginya tak lepas dari ingatanku

Sulit kusadarkan diri

Untuk melepas aromamu

Tak kusangka…

Tak kuduga…
perhatianmu akan tidurku yamg lelap

Begitu lembut…

Jauh dari kelembutan sutra

Begitu bening…

Jauh dari beningnya embun

Begitu putih…

Jauh dari putihnya awan

Begitu manis…

Jauh dari manisnya madu

Bangunkan aku dalam tidur

Sungguh ini nyata buatku

Yang takan sirna ditelan waktu

Walau jarak yang membentang seluas samudera

Walau jauh dari pandangan mata

Tapi fananya….

Kau jauh lebih dekat dari sinar mentari pagi

Kau lebih sejuk dari fajar yang datang dari ufuk timur

Indahnya………….

CINTA SANG MUSTAFA

Diawal Januari