Kutatap dari segala arah.

Untuk melihat kata itu…?

Entah apa yang ada dibenakku ?

Demi mendapatkan kata itu…

Baru kudapatkan rasa

Walau segelintir membisik di telinga

Tapi aku yakin setelah pagi melirik

Mengintip dicelah-celah mimpi sang pujangga

Dia akan datang dengan senyuman

Yang terbang dari langit-langit mimpi….

Aku menunggu dan menunggu….

Sampai tiba waktunya aku akan beranjak and berdiri untuk menatap

Entah sampai kapan juga aku akan berdiri…

Satu jam….?

Tiga jam….?

Mungkin satu hari….?

Aku masih mampu untuk menunggu

Yang tak bisa ditelan waktu

Waktu adalah aku

Yang datang dan pergi tanpa malu

Demi mendapat kata itu

Aku siap menunggu walau TIDAK TAHU….?

Ini bulan Januari hari ketujuh

Pagi yang dingin datang suka-suka

Masuk menyelinap dalam sela-sela selimut

Bukan angin

Bukan pula embun

Tapi kata itu datang diam-diam

Kata yang kutunggu dari tahun ke tahun

Dia datang…

Dengan suara berwujud Mustafa

Mustafa…?

Dia membisik pelan penuh arti

Melempar kata dengan cinta

Aku tahu ada kata yang kutunggu

Kata itu mampir dengan nyata

Kata itu adalah…..?

“S.A.Y.A.N.G”

Aku terus luluh dengar kata itu

Aku tidak bisa hilang karenanya

Karena aku

Cinta sang mustafa

Jakarta, 11 April 2008